Rabu, 28 September 2011

Lyric Taylor Hicks - Do I Make You Proud


I've never been
The one to raise my hand
That was not me
And now that's who I am
Because of you
I am standing tall
My heart is full
Of endless gratitude
You were the one
The one to guide me through
Now I can see
And I believe
It's only just beginning
This is what we dream about
But the only question with me now
Is, do I make you proud?
Stronger than I've ever been now
Never be afraid of standing out
But do I make you proud?
I guess I've learned
To question is to grow
That you still have faith
Is all I need to know
I've learned to love
Myself in spite of me
And I've learned to walk
The road that I believe
This is what we dream about
But the only question with me now
Is, do I make you proud?
Stronger than I've ever been now
Never be afraid of standing out
But do I make you proud?
Everybody needs to rise up
Everybody needs to be loved
To be loved
This is what we dream about
But the only question with me now
Is, do I make you, do I make you proud?
This is what we dream about
But the only question with me now
Is, do I make you proud?
Stronger than I've ever been now
Never be afraid of standing out
Do I make you proud?
This is what we dream about
But the only question with me now
Is, do I make you proud?
Stronger than I've ever been now
Never be afraid of standing out
Do I make you proud?
This is what we dream about
But the only question with me now
Is, do I make you, do I make you proud?

TANAH SIAPA


By: Rinaldi A Thal
(dimuat di Harian Aceh)

Ada yang tanya tanah itu milik siapa
Tanah singgahan para perantau
Tanah leluhur tempat para raja bertahta

Dia bilang tanah itu tanah wakaf
Tanah mendiang keluarga Ampon
Tanah masa kecil Teuku dan Nyak Cut

Ada yang tanya tanah itu milik siapa
Tempat berebut harta dan tahta
Dan berburu hura-hura

Kau bilang tanah itu milik pejabat
Tempat mengutuk resah
Dan mengais-ngais berkah

Ada yang tanya tanah itu milik siapa
Tempat berpijak dan mengais rejeki
Tempat pahala dan dosa dicari

Mereka bilang tanah itu milik Tuhan
Tempat kita mencari arti kehidupan
Tempat para pujangga merangkai angan-angan

Lhokseumawe, 2010

SATU CINTA UNTUK BUMI

By: Rinaldi A Thal

Ketika laut tak henti memanggil badai
hujan pun sembilu mengantar petir
suara alam menjelma menjadi garang
tak satupun mampu melawan

Ketika bumi dilanda prahara
kemana raga para pemberani
seiring waktu berdetak
tak satupun mampu menahan

Adakah tangan-tangan yang masih ingin memberi
hanya sebiji cinta kasih, saling berbagi
untuk masa depan
dengan satu cinta, untuk bumi kita!

Lhokseumawe, 15 April 2011

INILAH AKU, DATANG MENCARI-MU


By: Rinaldi A Thal

Adakah yang ingin lama bertamu di ruang-Mu?
Inilah aku; datang mencari-Mu
Melepas rindu,
ingin mengadu

Adakah sekat yang merintangi jalanku menuju-Mu?
Bila hari ke hari aku dilanda kegalauan
Maukah Engkau memelukku?
Mencintaiku dan meluruskan jalanku

Inilah aku, masih dipersimpangan jalan
Belum juga memasuki tempat-Mu
Masih terus mencari
Dimana?

Ini adalah jiwaku,
telah sampai di beranda hati-Mu
perkenankanlah aku masuk
dan mengakhiri pencarian ini.

Lhokseumawe, 20 April 2011

IBU


By: Rinaldi A Thal

Ibu
Engkau ibarat matahari
Begitu cerah di waktu pagi
Wajahmu berkilau saat siang menjelang
Meski kini telah senja, engkau masih terlihat indah

Ibu
Nyanyian waktu telah usang berdendang
Guratan senyummu mulai pudar
Tapi ketulusanmu menyayangiku adalah keindahan

Ibu
Kau adalah awal mula ceritaku
Siang dan malam yang telah berlalu
Tak kubiarkan hanya menjadi kisah hambar

Ibu
Aku tak mampu membendung tangis
Saat mendengar perjalanan hidupmu
Kisah pedih masa lalu yang kau rasakan
Kujadikan kekuatan untuk menggapai masa depan
yang lebih cerah, kan kubagi bersamamu, Ibu

Ibu
Rambutmu perlahan memutih
Izinkan aku mencabutnya
Aku hanya ingin melihatmu tampak lebih muda
Agar aku yakin, engkau masih lama bersamaku

Ibu
Jangan pernah lelah menyayangiku
Jangan pernah letih berdo’a untukku
Karena aku tak pernah alpa merindukanmu
Dalam setiap do’a, engkau selalu ku sebut

Ibu
Engkau masih seperti matahari
Teruslah pancarkan sinarmu
Jangan berhenti meski malam telah menanti
Tunggu aku dibatas senjamu
Kumohon jangan beranjak pergi

Ibu
Maukah kau berlari bersamaku?
Mengejar mimpi-mimpiku
Membawanya ke dunia nyata
Aku ingin melihatmu tersenyum

Ibu
Begitu banyak yang ingin aku bagi kepadamu
Namun, sekarang masih belum saatnya
Masih butuh waktu, bersabarlah Ibu

Tuhan,
Panjangkan umurku
Panjangkan umur Ibuku
Limpahkan kemudahan untukku
Berilah waktu untuk kami berdua
Agar bisa tersenyum memenuhi panggilan-Mu.