Jumat, 15 Oktober 2010

SENANDUNG DOSA

Rinaldi A Thal

Kutitipkan dosa semalam pada fajar
Tatkala subuh menjelang
Lalu siang membayang
Melukis sesal di wajahku

Tuhan telah mencatat kisahku
Lagu dosa yang kunyanyikan
Tarian nafsu yang kumainkan
Perlahan menua di usia pagiku

Tuhan, ampuni aku
Sebelum murka-Mu memasungku.

SAHABAT

 SAHABAT

Sahabat...
Engkau ibarat api malam ini 
yang membara menyemangatiku 
untuk terus menulisi stiap kepingan hidup, 
yang terserak dalam lembar-lembar perjalanan cerita kita 
dimana perlembarnya adalah mimpi dan cita-cita

Semoga kita kan terus bersama.. Forever...

Untuk Sahabatku,
By: Rinaldi A Thal


Senin, 27 September 2010

Pemimpi

Aku tidak lahir dari mimpi, tapi aku pemimpi
Aku tidak hidup untuk berhayal, tapi aku pengkhayal
Aku tidak bercinta dalam lamunan, tapi aku pelamun

Akan ku raih seluruh mimpi
Akan ku kecup semua hayalan
Akan ku rangkul setiap lamunan

Agar aku bisa menjadi diri
Agar setiap rasa dan asa tidak menjadi duri
Agar mimpi, hayal, dan lamunan menjadi bait-bait hidup yang indah.


Rinaldi A Thal,
Lhokseumawe 27 September 2010

Minggu, 26 September 2010

"Gila"

Api itu tak kunjung padam. Ia hanyalah kosong, mematung diri menatap kobaran api yg semakin lahap menyantap seisi rumahnya. Si jago merah itu tak hanya telah menghanguskan rumahnya saja, tapi juga impian masa tuanya. Kini ia adalah seorang yang kosong, yang hanya berbicara dengan sebuah guling dan handuk merah, penutup tubuh kurusnya yang telah rapuh.

("Gila" sebuah Flash Fiction by Rinaldi A Thal)

Kamis, 09 September 2010

Untuk Mak (Ibu)




Bismillahirrahmanirrahim...

Untuk yang Terindah dan Tersayang, Mak..
Yang telah melahirkan dan membesarkan aku.
Semoga Allah slalu menyayangimu, Mak.
Aku Sayang, Mak.
Aku Bangga punya Mak.
Aku Yakin Bisa Bahagiakan Mak. 
Amiin Ya Rabbal 'Alamiin..

Dengan Cinta,
(Anak Mak, Rinaldi A Thal)