Sabtu, 21 Agustus 2010

PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM PEMBANGUNAN GAMPONG

A. Kepemimpinan yang mempunyai Peranan dalam Pembangunan Pedesaan

Kepemimpinan tumbuh secara alami diantara orang-orang yang dihimpun untuk mencapai suatu tujuan dalam satu kelompok. Beberapa dari anggota kelompok akan memimpin, sedangkan sebagian besar akan mengikuti. Sebenarnya kebanyakan orang menginginkan seseorang untuk menentukan hal-hal yang perlu dikerjakan dan cara mengerjakanya, diberi motivasi dan bimbingan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang harus mereka kerjakan apabila tidak ada pemimpinnya.
Jika dilihat tugas  dari seorang pemimpin yang lebih tertuju yaitu pada pembangunan yang direncanakan, seperti pembangunan di suatu daerah/desa. Pembangunan pedesaan bisa diartikan sebagai serangkaian usaha yang dilakukan secara sadar dan berencana serta berkelanjutan yang dilaksanakan oleh kepala desa, dengan harapan membawa perubahan dan pertumbuhan di desa tersebut, guna mencapai percepatan moderenisasi kehidupan masyarakat yang ada dipedesaan tersebut, guna mencapai tujuan perubahan pembangunan yang efektif di daerah tersebut.
Kepala desa yang sangat perduli kepada btentang perubahan dan pembanguan di suatu desa, merupakan suatu contoh kepemimpinan yang mempunyai sifat peranan kesosialisasian.
Pembangunan desa juga bisa dikatakan sebagai garis-garis besar haluan negara yang dimanfaatkan, yang jika dilihat secara garis besar bahwa sebenarnya pembanguan di pedesaan itu harus meningkatkan pada perbaikan mutu pedesaan tersebut, melalui peningkatan prakarsa dan swadaya masyarakat desa serta memanfaatkan secara maksimal dana-dana yang langsung ataupun tidak langsung diperuntukkan bagi pembangunan pedesaan seperti pembangunan INPRES dan sebagainya.
Oleh karena itu pembanguna desa merupakan bagian yang penting dan tidak dapat terpisahkan dari pembangunan nasional, seperti pembanguan daerah yang meletakkan kerangka bagi bangsa indonesia untuk tumbuh dan berkembang diatas kemampuan sendiri.

B. Peranan Kepemimpinan di Gampong Dalam Pengambilan Keputusan

1.      Proses Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan di desa dalam prakteknya dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut : 
  1. Musyawarah antar kepala desa dengan masyarakat
  2. Mengidentifikasikan masalah
  3. Mendefinisi masalah
  4. Pengembangan dan pengambilan secara alternatif
  5. Implementasi keputusan
  6. Evaluasi keputusan

C. Peran Kepemimpinan dalam Membangun Tim

1. Proses pembentukan tim

            Membangun tim yang terorganisir oleh masyarakat desa/kepala desa bertujuan agar terjadinya kerja sama yang terindentifikasi dalam unit kerja yang saling berhubungan. Terdapat beberapa pedoman umum dalam membangun tim yang efektif yaitu:
  1. menanamkan pada kepentingan bersama
  2. menggunakan seremoni dan ritual-ritual
  3. menggunakan symbol-simbol untuk mengembangkan identifikasi dengan unit kerja
  4. mendorong dan memudahkan interaksi sosial yang memuaskan
  5. mengadakan pertemuan-pertemuan antar masyarakat
  6. menggunakan konsultan bila diperlukan

2. Anggota Tim

            Hubungan pemimpin dengan anggota tim supaya menghasilkan hasil hasil yang maksimal, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. mengerti tujuan yang baik
  2. memiliki rasa saling ketergantungan dan saling memiliki
  3. menerapkan bakat dan pengetahuannya untuk sasaran
  4. dapat bekerja secara terbuka
  5. dapat mengekspresikan gagasan, opini dan ketidaksepakatan
  6. mengerti sudut pandang satu dengan yang lain.
  7. mengembangkan keterampilan dan menerapkan pada pekerjaan.
  8. mengakui bahwa konflik adalah hal yang normal
  9. berpartisipasi dalam keputusan tim.

D. Sebagai Kepala Desa atau Pemimpin suatu Desa
Sebagai Kepala Desa atau Pemimpin suatu Desa harus memiliki kriteria-kriteria, supaya masyarakat bisa termotivasi dan mengikuti tujuan dari pemimpin yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dari desa tersebut.

1. Kriteria-kriteria seorang pemimpin adalah :
  1. Mengilhami kerja tim
  2. Memperlihatkan gaya pribadi
  3. Mengakui prestasi anggota tim
  4. Proaktif dalam sebagian hubungan
  5. Membuat orang terlibat dan terikat
  6. Memberikan dukungan timbal balik
  7. Berusaha mempertahankan komitmen
  8. Menempatkan nilai yang tinggi pada kerja tim
  9. Mendorong dan memudahkan anggota untuk bekerja
  10. Memudahkan orang lain melihat peluang dan prestasi
  11. Mencari orang yang ingin unggul dan dapat bekerja secara konstruktif.
Seorang pemimpin yang bertugas dalam suatu pembangunan pedesaan/ gampong yang berorientasi dengan baik diantaranya:
  1. Meringkas ( summarizing )
  2. Menguji konsensus ( consensus testing )
  3. Menstruktur proses ( process structuring )
  4. Menjernihkan komunikasi ( clarifying communication )
  5. Menstimulasi komunikasi ( stimulating communication )
Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.       tahapan masalah
b.      identifikasi kriteria keputusan
c.       alokasikan bobot pada kriteria
d.      kembangkan alternatif
e.       evaluasi alternatif
f.        pilih alternatif terbaik.

2. Cara Pengambilan Keputusan
Cara pengambilan keputusan merupakan kuadran, dibatasi oleh dimensi seperti:
1.            Cara berpikir, terdiri dari:
a.             logis dan rasional; mengolah informasi secara serial
b.            intuitif dan kreatif; memahami sesuatu secara keseluruhan.
2.            Toleransi terhadap ambiguitas
a.        kebutuhan yang tinggi untuk menstruktur informasi dengan cara meminimalkan ambigusitas
b.            kebutuhan yang rendah untuk menstruktur informasi, sehingga dapat memproses banyak pemikiran pada saat yang sama.

Berdasarkan macam kegiatannya seorang pemimpin yang lebih baik dalam memimpin suatu desa, biasanya kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan adalah kegiatan instrumental. Seperti kegitan ekspresif, yaitu kegiatan yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan normatif dan sosial, keagamaan/ kepercayaan, kesetiakawanan, kerjasama, dan lain-lain.
Sedangkan kegiatan instrumental adalah kegiatan yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan dan alokasi sumber daya, seperti pertanian, industri, pangan, dan lain-lain yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membangun desa tersebut menjadi lebih baik dan bermutu.
Membicarakan masalah kepemimpinan dalam suatu masyarakat dapat dikatakan sebagai suatu proses sejarah sosial atau kemasyarakatan. Karena seorang pemimpin yang memimpin suatu desa memiliki semacam kekuatan untuk menggerakkan orang lain. Dalam suatu desa, selalu timbul dua kelompok yang berbeda peranan sosialnya, yaitu pemimpin dan yang dipimpin. Terjadinya pengelompokan tersebut, berawal ketika diantara golongan individu masyarakat atau kelompok tertentu yang menunjukkan seorang kepala desa untuk dijadikan sebagai panutan atau pengayom.
Seorang kepala desa juga dapat dikatakan seorang pemimpin, dia diterima secara ikhlas oleh anggota masyarakatnya dan dia mampu mempengaruhi mereka. Sehingga masyarakat dengan pengertian, kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti kepala desa atau pemimpin tersebut. Karena seorang pemimpin biasanya dinilai oleh masyarakat berdasarkan hasil-hasil yang dicapainya ( prestasi ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar